
Romi Satria Wahono, M.Eng., Ph.D.
Enterprise Architecture, Data Science & Digital Transformation specialist. Inventor idEA Framework. Founder & CEO BrainCorp (BrainmaticsID & BraindevsID). Menyelesaikan pendidikan SMA di SMA Taruna Nusantara, Magelang tahun 1993. Menempuh pendidikan S1 (B.Eng), S2 (M.Eng), dan S3 (Dr.Eng) di bidang Software Engineering di Department of Computer Science di Saitama University, Jepang pada tahun 1999, 2001, dan 2004. Juga menyelesaikan PhD di bidang Software Engineering dan Machine Learning di Universiti Teknikal Malaysia Melaka tahun 2014. Mantan PNS dan peneliti LIPI. Cisco certified instructor lulusan Nanyang Technological University (NTU), Singapore. Bidang kepakaran dan kompetensi inti pada bidang Software Engineering, Enterprise Architecture, dan Machine Learning. Professional member dari IEEE Computer Society, ACM, dan PMI. Memiliki sertifikasi industri di bidang Enterprise Architecture (TOGAF certified dari Open Group), Software Engineering (Professional Scrum Master (PSM) dari Scrum.Org), IT service management (Information Technology Infrastructure Library (ITIL)), dan networking (CCNA dan CCAI dari Cisco Systems). Inventor dari integrated multidimensional (id) Framework for Digital Transformation, yang melingkupi framework untuk pengembangan Enterprise Architecture (idEA), Business Process Management (idBPM), Product Management (idPM), Software Engineering (idSE), Data Science (idDS), dan Data Management (idDM). Framework integrated multidimensional Enterprise Architecture (idEA Framework) yang digagas sudah terdaftar sebagai kekayaan intelektual (intelectual property right) dalam bentuk hak cipta, merk, paten, dsb. idEA Framework juga sudah diterapkan dan terbukti lebih efektif & efisien dalam pengembangan enterprise architecture organisasi di berbagai kementerian, lembaga, BUMN dan swasta:
– Kementerian/Lembaga: KPK, Polri, BPK, BPKP, OJK, KY, TNI AD, Dikbudristek, Kemenkeu (LNSW, DJPK), Kominfo, Kemlu, Kemnaker, KLHK, ATR/BPN, KemenESDM, BPMA, BNPB, BRIN, etc.
– BUMN/Swasta: Pertamina Group (PHE, PEP, PEPC, PGE, PPI), Astra Group (FIF), KAI, Taspen, PLN Group (Corsec, IP, NP, PJBI, CDB), Waskita Group (WSBP), Bali Tower, Jasa Marga, Kalbe Farma, BPJSTK, etc.
– Universitas/Organisasi: UGM, UT, UPI, Poltek Batam, Unsri, UIN, World Bank, Oxfam, AIPJ, KOMPAK, etc.
Systems Analysis & Design Fundamentals
Penyebab utama kegagalan software adalah ketidaksesuaian kebutuhan pengguna dengan software yang dikembangkan (Glass’ Law, 1998). Prinsip dasar software engineering ini selaras dengan definisi bahwa software...
Data Mining AI Studio Fundamentals
Setiap hari, manusia memproduksi data dalam jumlah yang sangat besar, baik dari segi jumlah maupun ukurannya. Data tidak memberikan makna dan manfaat apa pun hingga...
IT Project Management Fundamentals
Kegagalan proyek Teknologi Informasi (TI) secara global masih menjadi tantangan serius, di mana sekitar 66% proyek berakhir gagal dan 31% di antaranya bahkan dibatalkan (CHAOS...
ChatGPT AI Fundamentals
Pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) berkembang pesat pada berbagai sektor. Organisasi menerapkannya secara masif namun belum menghasilkan peningkatan kinerja dan efisiensi operasional yang signifikan...
Enterprise Architecture Fundamentals
Pertumbuhan organisasi sering membuat portofolio aplikasi dan teknologi membesar tanpa kendali, memunculkan tumpang tindih sistem serta biaya modernisasi yang semakin tinggi (Gartner, 2025). Hal ini...
Enterprise Architecture Foundation Exam Guide
Pertumbuhan organisasi yang pesat sering kali menyebabkan portofolio aplikasi dan teknologi berkembang tanpa kendali, sehingga memunculkan tumpang tindih sistem serta meningkatkan biaya modernisasi (Gartner, 2025)....
BPMN Business Process Bizagi Fundamentals
Pertumbuhan organisasi sering kali menyebabkan proses bisnis menjadi semakin kompleks dan terpecah-pecah, di mana kegiatan antar unit kerja tidak terintegrasi sehingga sulit dipetakan dan dianalisis...
BPMN Business Process Sparx Fundamentals
Pertumbuhan organisasi sering kali menyebabkan proses bisnis menjadi semakin kompleks dan terpecah-pecah, di mana kegiatan antar unit kerja tidak terintegrasi sehingga sulit dipetakan dan dianalisis...





