Focus Group Discussion Pembangunan Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN) Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI)
FGD mengenai pembangunan Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN) diselenggarakan guna menentukan arah dan konsep pengembangan ke depan. FGD ini telah dilaksanakan pada hari Senin, 8 Desember 2025, di Gedung C Kompleks ANRI, Jakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh Deputi Bidang Sistem dan Informasi Kearsipan Nasional, Ibu Wiwi Diana Sari, S.Si., M.A.; Direktur Informasi Kearsipan, Bapak Rudi Anton, S.H., M.H.; Direktur Teknologi Informasi Kearsipan, Bapak Dipo Winarto, S.E., M.M.; Direktur Sistem Kearsipan, Bapak Drs. Florentinus Kristiartono, M.M.; beserta jajarannya.
Bapak Romi Satria Wahono, Ph.D., mempresentasikan siklus pengembangan software berbasis framework idSE yang mencakup Planning, Analysis, Design, Implementation, dan Maintenance, yang sudah diimplementasikan di ratusan K/L/D/BUMN dan swasta. Juga dijelaskan 50 hukum software engineering yang menerangkan secara gamblang fenomena unik dalam siklus pengembangan software. Siklus dan hukum software engineering harus dipahami dan diikuti ketika ANRI mengembangkan Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN) yang terpadu, komprehensif, dan berkelanjutan.
SIKN yang sudah diatur dalam UU dan peraturan menteri harus dapat menjadi backbone arsitektur aplikasi ANRI, di mana semua aplikasi yang digunakan ANRI akan menjadi komponen arsitektur aplikasi ANRI, yang nantinya akan menjadi satu-satunya sistem kearsipan nasional yang harus digunakan oleh semua K/L/D.
Pak Romi juga menjelaskan bahwa arsitektur aplikasi ANRI, di mana SIKN menjadi backbone aplikasi, merupakan salah satu komponen penting dalam Enterprise Architecture (EA) ANRI. Juga dipresentasikan dan didemonstrasikan EA sebagai tata kelola organisasi secara digital di berbagai K/L/D/BUMN/swasta. Pak Romi juga mempresentasikan penerapan framework idEA yang dikembangkan secara orisinal oleh BrainCorp. Framework idEA adalah kerangka kerja untuk akselerasi pengembangan EA yang berkelanjutan, compliant, sederhana, multidimensi, serta mendukung transformasi digital organisasi.
Mudah-mudahan FGD ini dapat memberikan insight dan semangat baru kepada teman-teman ANRI dalam pengembangan SIKN yang menjadi tulang punggung sistem kearsipan nasional di Indonesia.










