
Kenali Peran dan Jalur Karier di Dunia Software Testing
Sudah bekerja di bidang teknologi informasi, tetapi masih bingung menentukan arah karier berikutnya? Pertanyaan ini cukup relevan bagi Brainers yang mulai terlibat dalam pengembangan maupun pengujian perangkat lunak (software testing). Sebab, sebuah tim pengembangan tidak hanya terdiri atas programmer dan software tester, tetapi juga melibatkan business analyst, systems analyst, UI/UX designer, project manager, serta user/product owner. Setiap peran memiliki tanggung jawab dan kompetensi berbeda, tetapi saling berkaitan dalam proses pengembangan software.
Dalam praktiknya, software tester bekerja bersama berbagai peran tersebut untuk memastikan software yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan dapat digunakan sebagaimana mestinya. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pengujian bukan aktivitas yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari ekosistem pengembangan software yang lebih luas. Pemahaman terhadap peran-peran tersebut juga dapat membantu Brainers melihat kemungkinan arah pengembangan karier secara lebih menyeluruh.
Bagaimana Jalur Karier dalam Pengembangan Software?
Diagram jalur karier dalam materi menunjukkan dua titik awal utama, yaitu entry-level business function specialist dan entry-level programmer/analyst. Dari kedua titik tersebut, seseorang dapat berkembang menuju sejumlah peran analisis, kemudian melanjutkan karier ke bidang pengelolaan perubahan, manajemen proyek, atau arsitektur software. Diagram ini menggambarkan bahwa latar belakang bisnis maupun teknis dapat membuka beberapa kemungkinan pengembangan karier.
Menariknya, tidak seluruh perpindahan digambarkan sebagai jalur yang sama umum. Garis penuh menunjukkan more common path atau jalur yang lebih umum ditempuh, sedangkan garis putus-putus menunjukkan less common path, yaitu perpindahan yang relatif lebih jarang. Perbedaan tersebut menegaskan bahwa satu posisi dapat dicapai melalui lebih dari satu latar belakang kompetensi.
Artinya, titik awal karier dapat memengaruhi arah pengembangan berikutnya, tetapi tidak selalu membatasi seseorang untuk berpindah ke bidang lain. Dennis, Wixom, dan Roth juga menegaskan bahwa tidak terdapat satu jalur karier yang sepenuhnya seragam untuk seluruh profesional pengembangan sistem.
Dua Titik Awal dalam Jalur Karier Pengembangan Software
Sebelum mencapai posisi yang lebih spesifik, diagram memisahkan titik awal karier berdasarkan kecenderungan kompetensi yang dimiliki.
1. Entry-Level Business Function Specialist: Berangkat dari Pemahaman Bisnis
Posisi ini menjadi titik awal bagi seseorang yang dekat dengan fungsi dan kebutuhan organisasi. Jalur yang lebih umum mengarah ke requirements analyst dan business analyst, sedangkan menuju systems analyst relatif lebih jarang.
Contohnya:
- Staf operasional dilibatkan dalam penggalian kebutuhan aplikasi
- Kendala pengguna diterjemahkan menjadi kebutuhan sistem
- Pengalaman proses kerja menjadi bekal menuju peran analisis
Dampaknya:
- Kebutuhan pengguna lebih mudah dipahami
- Komunikasi dengan tim pengembang lebih efektif
- Risiko ketidaksesuaian sistem dapat dikurangi
Pemahaman proses kerja menjadi bekal penting untuk menganalisis kebutuhan dan menjembatani pengguna dengan tim pengembang.
2. Entry-Level Programmer/Analyst: Berangkat dari Sisi Teknis
Posisi ini cocok bagi seseorang yang memiliki dasar pemrograman dan pemahaman sistem. Jalur yang lebih umum mengarah ke business analyst, systems analyst, dan infrastructure analyst, sedangkan menuju requirements analyst relatif lebih jarang.
Contohnya:
- Programmer mulai terlibat dalam analisis kebutuhan
- Pengembang aplikasi beralih menuju systems analyst
- Penguasaan sistem diperluas ke bidang infrastruktur
Dampaknya:
- Pilihan karier menjadi lebih beragam
- Kemampuan teknis dapat diterapkan pada peran lain
- Peluang menuju posisi yang lebih strategis semakin terbuka
Pengalaman teknis tersebut dapat menjadi fondasi untuk mengembangkan kompetensi di bidang analisis, pengelolaan sistem, maupun infrastruktur.
Empat Jalur Spesialisasi yang Dapat Ditempuh
Setelah tahap awal, diagram memperlihatkan empat peran utama yang dapat menjadi penghubung menuju jenjang karier berikutnya. Masing-masing memiliki fokus kompetensi berbeda, mulai dari kebutuhan pengguna dan bisnis hingga sistem serta infrastruktur.
1. Requirements Analyst
Peran ini berfokus pada penggalian kebutuhan dari para pemangku kepentingan yang berkaitan dengan sistem yang akan dikembangkan. Requirements analyst perlu memahami konteks bisnis, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, serta menguasai berbagai teknik untuk menggali kebutuhan. Dalam diagram, posisi ini umumnya dapat berkembang menuju change management analyst.
2. Business Analyst
Peran ini berfokus pada persoalan bisnis yang berkaitan dengan sistem. Peran ini membantu mengidentifikasi nilai bisnis yang dapat dihasilkan, menemukan peluang perbaikan proses, serta mendukung perancangan proses bisnis yang lebih sesuai. Posisi ini dapat berkembang dari entry-level business function specialist maupun entry-level programmer/analyst, kemudian melanjutkan karier menuju change management analyst atau project manager.
3. Systems Analyst
Peran ini berfokus pada aspek sistem informasi dan bagaimana teknologi dapat mendukung serta memperbaiki proses bisnis. Peran ini turut membantu merancang sistem baru dan memastikan standar sistem informasi tetap terpenuhi. Jalur yang lebih umum dari posisi ini mengarah ke project manager, sedangkan perpindahan menuju software architect digambarkan sebagai jalur yang relatif lebih jarang.
4. Infrastructure Analyst
Peran ini berfokus pada aspek teknis yang berkaitan dengan interaksi sistem terhadap infrastruktur organisasi, seperti perangkat keras, software, jaringan, dan basis data. Peran ini juga membantu memastikan sistem baru sesuai dengan standar organisasi serta mengidentifikasi perubahan infrastruktur yang diperlukan. Dalam diagram, pengalaman pada bidang ini dapat berkembang menuju peran software architect.
Tiga Arah Karier Lanjutan dalam Pengembangan Software
Jika empat posisi sebelumnya menjadi jalur spesialisasi, diagram selanjutnya memperlihatkan tiga arah karier lanjutan. Setiap posisi dapat dicapai dari latar belakang yang berbeda sesuai dengan kompetensi dan pengalaman yang telah dibangun.
| Posisi | Jalur Pengembangan |
| Change Management Analyst | Dari requirements analyst atau business analyst |
| Project Manager | Dari business analyst atau systems analyst |
| Software Architect | Umumnya dari infrastructure analyst, sedangkan dari systems analyst merupakan jalur yang lebih jarang |
Change management analyst berkaitan dengan pengelolaan perubahan berdasarkan pemahaman terhadap kebutuhan dan konteks bisnis. Project manager menunjukkan bahwa pengalaman di bidang analisis bisnis maupun sistem dapat berkembang menuju pengelolaan proyek. Sementara itu, software architect menjadi arah yang lebih teknis, terutama bagi seseorang dengan pengalaman pada infrastruktur dan sistem.
Diagram tersebut menunjukkan bahwa satu posisi dapat dicapai melalui jalur yang berbeda. Artinya, perkembangan karier tidak selalu harus mengikuti satu urutan yang sama.
More Common Path dan Less Common Path, Apa Bedanya?
Salah satu bagian penting dalam diagram adalah penggunaan dua jenis garis untuk menunjukkan seberapa umum suatu perpindahan karier ditempuh.
Garis penuh atau more common path menunjukkan jalur perpindahan karier yang lebih umum. Contohnya, entry-level programmer/analyst dapat berkembang menjadi systems analyst, kemudian melanjutkan karier menuju project manager.
Sementara itu, garis putus-putus atau less common path menggambarkan perpindahan yang relatif lebih jarang, tetapi tetap memungkinkan. Contohnya, entry-level business function specialist dapat berkembang menjadi systems analyst, atau systems analyst melanjutkan karier menjadi software architect.
Perbedaan tersebut penting karena jalur karier tidak seharusnya dipahami sebagai urutan jabatan yang wajib dilewati satu per satu. Diagram justru memperlihatkan bahwa perpindahan lintas kompetensi tetap dapat terjadi sesuai dengan pengalaman dan kemampuan yang dikembangkan.
Sebagai gambaran, terdapat tiga pola yang dapat dibaca langsung dari diagram:
- Jalur bisnis: Entry-Level Business Function Specialist → Business Analyst → Change Management Analyst
- Jalur analisis menuju manajemen: Entry-Level Programmer/Analyst → Systems Analyst → Project Manager
- Jalur teknis: Entry-Level Programmer/Analyst → Infrastructure Analyst → Software Architect
Ketiga pola tersebut bukan satu-satunya kemungkinan, tetapi dapat membantu Brainers memahami bagaimana kompetensi awal berhubungan dengan arah karier berikutnya.
Karier di Pengembangan Software Tidak Harus Berjalan Lurus
Memulai karier dari satu bidang tidak berarti Brainers harus terus berada pada fungsi yang sama. Pengalaman bisnis maupun teknis dapat berkembang menuju peran analisis, pengelolaan proyek, manajemen perubahan, hingga arsitektur software sesuai kompetensi yang dibangun.
Jika Brainers ingin memperkuat fondasi dalam memahami proses pengujian sekaligus posisinya dalam pengembangan software, pelajari melalui course Software Testing Fundamentals dari Brainmatics.
Pada course ini, Brainers akan mempelajari:
- Konsep dasar dan prinsip software testing
- Pengujian dalam Software Development Lifecycle (SDLC)
- Static testing dan proses review
- Teknik analisis dan desain pengujian
- Pengelolaan aktivitas serta defect
- Pemanfaatan tools dan otomatisasi pengujian
Hubungi Learning Advisor kami sekarang untuk konsultasi mengenai jadwal dan detail course
Sumber Data dan Referensi
- Dennis, A., Wixom, B. H., & Roth, R. M. (2018). Systems Analysis and Design (7th ed.). Wiley.
- International Software Testing Qualifications Board (ISTQB). Certified Tester Foundation Level Syllabus v4.0.1.
- U.S. Bureau of Labor Statistics. Software Developers, Quality Assurance Analysts, and Testers – Occupational Outlook Handbook.
- IEEE Computer Society. Guide to the Software Engineering Body of Knowledge (SWEBOK), Version 4.0.
- Valle, P. H. D., Vilela, R. F., Guerino, G., & Silva, W. (2023). Soft and Hard Skills of Software Testing Professionals: A Comprehensive Survey. ACM/SBQS 2023.


